
Luffa adalah salah satu genus liana tropis dan subtropis dalam famili labu-labuan atau Cucurbitaceae. Anggota marga ini paling tidak ada dua yang dikenal: L. acutangula (gambas) dan L. aegyptica (blustru). Keduanya dapat tumbuh baik di Indonesia; buahnya dibudidayakan dan dikonsumsi sebagai sayuran. Buah-buah tersebut harus dipanen pada tingkat perkembangan dini agar dapat dimakan. Sayuran ini populer di Tiongkok dan Vietnam. Buah yang sudah matang penuh dengan serat. Setelah selesai berkembang, buah dijadikan bahan spons penggosok yang digunakan di kamar mandi dan dapur. Luffa tidak tahan embun beku dan butuh 150 sampai 200 hari untuk dewasa.
Di Indonesia pada saat sekarang ini blustru masih dianggap komoditi sayuran minor karena belum dimanfaatkan secara optimal. Luffa Cylindrica yang tua memiliki serat-serat yang terdiri dari struktur yang menyerupai jaring membentuk sistem pori yang hierarkis multimodal sehingga bisa digunakan sebagai pembentuk struktur/template dalam pembuatan material berpori. Bentuk struktur tersebut sangat tepat untuk aplikasi tekstil teknik yang salah satu diantaranya sebagai insulator panas pada roofing, struktur berpori akan berfungsi sebagai ruang-ruang yang diisi oleh udara sebagai media insulator. Saat ini produk insulator panas yang tersedia dipasaran pada umumnya terbuat dari serat gelas yang kurang ramah lingkungan karena membutuhkan energi pemrosesan yang tinggi dan memiliki resiko gangguan bagi kesehatan. Serat blustru tersusun dari 60% selulosa, 30% hemiselulosa dan 10% lignin, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman dibandingkan material insulator yang terbuat dari glass wool. Serat blustru dalam beberapa arah orientasi akan diproses menjadi lembaran bersama material polipropilen sebagai perekat dengan metode thermal bonding. Kemampuan serat blustru dalam menahan udara panas dan udara dingin akan dibandingkan dengan insulator panas yang tersedia di pasar secara komersial. Sifat lain yang dianalisa dalam penelitian ini adalah area density, kekuatan tarik dan mulur dari produk yang dihasilkan. Diharapkan penelitian ini menghasilkan purwarupa produk insulator panas dengan memanfaatkan serat blustru sebagai bahan baku utama.