Minggu, 24 Mei 2026
  • Selamat Datang di Website Official SMP Negeri 4 Sidoarjo ( SPENIVDA ) Sekolah SANG JUARA!

Adiwiyata Nangka SMP Negeri 4 Sidoarjo

Pohon Nangka

Nangka ialah nama pohon dan juga sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Koraceae. Nama ilmiah dari pohon nangka adalah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa inggris nangka dikenal dengan sebutan jackfruit. Pohon nangka pada umumnya berukuran sedang dengan tinggi 20-30m. Batang bulat silindris dengan diameter sekitar 1m. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat yang terbuka. Seluruh bagian tumbuhan dapat mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai. Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak teba; seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai memanjang, 3,5-12 x 5-25 cm, dengan pangkal sedekit menyempit sedikit demi sedikit, serta mempunyai ujung yang pendek runcing atau agak runcing. Nangka diyakini berasal dari India, yakni wilayah Ghats bagian barat, dimana jenis-jenis liarnya masih didapati tumbuh tersebar di hutan hujan di sana. Kini nangka lebih menyebar luas ke berbagai daerah tropik, terutama Asia Tenggara. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1.500 mm/tahun dimana musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka kurang bersahabat dengan udara dingin, kekeringan, dan penggenangan. Pohon nangka beradal dari biji yang berbunga mulai umur 2-8 tahun. Sedangkan yang berasal dari klon mulai berbunga di umur 2-4 tahun. Di tempat yang cocok nangka dapat berbuah sepanjang tahun. Tetapi di Thailand dan India panen raya terjadi pada bulan Januari – Agustus., sementara di Malaysia terjadi antara April – Agustus atau September – Desember. Varian nangka banyak jenisnya jika dilihat dari bentuk pohon dan bagian tanamannya, rasa, dan sifat buahnya. Secara garis besar dari sifat buahnya dibagi menjadi 2 jenis yakni:

  • Nangka bubur (Indonesia dan Malaysia) yang disebut pula sebagai langka (Filipina), khaun lamound (Thailand), vela (Srilangka), atau koozha chakka (India Selatan), dengan daging buah tipis, berserat, lunak, dan membubur, rasanya asam manis, dan berbau harum tajam.
  • Nangka Salak (Ind, nangka belulang (Malaysia), Khanu nang (Thailand), varaka (Srilangka), atau koozha pusham (India Selatan), dengan daging buah yang tebal keras, mengeripik, rasa manis agak pahit, dan tak begitu harum.

Daging buah nangka yang matang seringkali digunakan sebagai isian dari es, diolah menjadi minuman (jus)m bahkan juga ada yang mengolah buah nangka menjadi makanan daerah, seperti: kolak nangka, dodol nangka, keripik nangka, dan lain sebagainya. Nangka juga dijadikan pengharum es krim dan minuman, dijadikan sebagai madu-nangka, konsentrat atau tepung. Biji nangka juga dikenal dengan “beton” ini dapat direbus dan dimakan sebagai sumber karbohidrat tambahan dan juga kolak nangka. Nangka juga dapat diolah menjadi sayuran yang di Jawa dikenal dengan istilah sayur lodeh, masakan megono, oseng-oseng gori, dan jangan gori (sayur nangka muda). Di Yogyakarta nangka muda dimasak sebagai gudeg. Sementara seputaran Jakarta dan Jawa Barat, bongkol bunga jantan (babal/tonglang) kerap dijadikan rujak. Daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba , maupun sapi. Kulit batangnya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali dan pada masa lampau juga dijadikan sebagai bahan pakaian. Getahnya digunakan sebagai campuran untuk memerangkap burung, untuk memakal (menambal) perahu, dll/ Kayunya berwarna kuning di bagian teras, berkualitas baik dan mudah dikerjakan. Kayu ini cukup kuat, awet, dan tahan terhadap serangan rayap atau jamur, serta memiliki pola yang menarik, gampang mengilap apabila diserut halus dan digosok dengan minyak. Oleh karena itu, kayu nangka sering dijadikan sebagai perabotan rumah tangga, mebel, konstruksi bangunan, konstruksi kapal, hingga alat musik. Dari kayunya juga menghasilkan bahan pewarna kuning untuk mewarai jubah para pendeta Buddha.

KELUAR

Yuk Coba Virtual Sekolah

X