Rabu, 30 Sep 2026
  • Selamat Datang di Website Official SMP Negeri 4 Sidoarjo ( SPENIVDA ) Sekolah SANG JUARA!

Adiwiyata Pohon Sawit SMP Negeri 4 Sidoarjo

Pohon Sawit

Taksonomi

Divisi            : Embryophyta Siphonagama
Kelas             : Angiospermae
Ordo              : Monocotyledonae
Famili            : Arecaceae (dahulu disebut Palmae)
Subfamili      : Cocoideae
Genus            : Elaeis
Spesies          : Elaeis guineensis Jacq

Morfologi

Akar

Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Radikula (bakal akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 meter.

Batang

Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang, terbenam di dalam tajuk daun, berbentuk seperti kubis dan enak dimakan.

Daun

Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisinya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun.

Bunga dan Buah

Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat

Biji

Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram, sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji, dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji.

Penyebaran

Kelapa sawit tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Provinsi Riau memiliki areal perkebunan kelapa sawit terluas dengan 2,89 juta ha pada 2021 atau 19,16% dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di negeri ini.

Habitat

Kelapa sawit dapat tumbuh pada bermacam jenis tanah. Ciri tanah yang baik untuk kelapa sawit diantaranya gembur, aerasi dan drainase baik, kaya akan humus, dan tidak memiliki lapisan padas. Tanaman kelapa sawit cocok dibudidayakan pada pH 5,5 – 7,0. Curah hujan dibawah 1250 mm/th sudah merupakan pembatas pertumbuhan, karena dapat terjadi defisit air, namun jika curah hujan melebihi 2500 mm/th akan mempengaruhi proses penyerbukan sehingga kemungkinan terjadi aborsi bunga jantan maupun bunga betina menjadi lebih tinggi. Ketinggian tempat yang baik untuk ditanam tanaman kelapa sawit yaitu antara 0 – 500 m dpl dengan kemiringan lereng sebesar 0 – 3 %. Media tanam yang biasa dipakai oleh perkebunan kelapa sawit adalah tanah subsoil, karena tanah kering di Indonesia didominasi oleh tanah subsoil yang telah mengalami perkembangan lebih lanjut sehingga pertumbuhan bibit kurang maksimal.

Manfaat

Sabut dan Cangkang

Sabut dan cangkang merupakan produk turunan limbah setelah bagian buah kelapa sawit yang diekstrak menjadi minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). Berbagai Manfaat Kelapa Sawit yaitu menangkal efek radikal bebas, memperkuat imunitas tubuh, menjaga kesehatan otak, mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin A, meningkatkan kesehatan jantung

Janjang Kosong

Janjang kosong dapat dimanfaatkan sebagai kompos dan pupuk organik terutama karena kandungan unsur kalium (K) yang sangat penting dalam pertumbuhan kelapa sawit.

Pelepah dan Daun

Pelepah dan daun kelapa sawit juga tak luput dari segudang manfaat. Bagian yang sering dianggap tak penting dan berakhir hanya sebagai limbah ini biasanya hanya ditumpuk di sekitar pohon atau bahkan dibakar. Padahal, studi menemukan bahwa rupanya pelepah dan daun kelapa sawit berpotensi besar untuk digunakan sebagai bahan kompos.

Pohon

Salah satu inovasi dari pengolahan pohon kelapa sawit adalah bahan dasar furnitur. Batang hasil kayu replanting dapat dimanfaatkan sebagai papan laminasi atau Sandwich Laminated Lumber (SLL) untuk keperluan panel lantai, dinding, pengemas, furnitur, dan sebagainya

KELUAR

Yuk Coba Virtual Sekolah

X